Wednesday, 24 July 2013
Sebuah cerita
"Eh mas lagi ngapain?", tanya seorang maba, mungkin lebih tepatnya miba (mahasiswi baru).
"Oh, nggak" Jawab seorang senior cowok kepadanya. dilihatnya sesosok cewek, ya tinggi sedang, kulitnya kuning langsat, dengan rambut dikepang dua pakai karet warna warni. Maklum hari itu lagi sedang ada OSPEK. Cowok itu berambut panjang, kusut, almamater yang cuma disampir di salah satu bahunya, mukanya kusal seperti belum mandi beberapa hari.
"Ini saya masuknya lewat mana mas", tanya si cewek tadi.
"Owh, kamu jurusan apa?" si senior menjawab.
"Saya jurusan fisika mas, eh pendidikan fisika.",
Si senior hanya mengangguk. Dia baru mikir, masak iya jurusan lain, kan ini ospek jurusan. Gak lucu kalik kalau salah jurusan. "Hmmm,, kamu telat tiga menit", kata si senior sambil melihat jam tangannya yang terlihat buluk.
"waduh mas, ampun saya jangan dihukum", jawab cewek tadi ketakutan.
"Siapa yang mau hukum kamu e? Kamu kenapa e? Emang aku tuh hakim? hukum orang seenaknya", jawab si senior kesal.
"Eh?" cewek itu menyengitkan dahi.
"Kenapa? gak suka? " si senior sok galak.
"Yaudah sih mas, terus saya suruh ngapain? " si cwek tanya lagi.
"Masuk sana ke ruuang UMPER, ambilin TOA, aku mau treak-treak lagi. Ni udah sarapan, semalem juga udah bikin rencana mau ngomong apa aja." kata si senior sambil menunjuk ke sebuah ruangan.
"Iya mas", si cewek menurutin.
"Kalau udah nanti taruh depan, kamu gak di hukum koq, cuma tak mintain bantuan, gpp kan? lagian ini juga masih molor acaranya" , si senior sok kelihatan bijaksana. Tapi ya tetep aja gak ada cool-nya sama sekali, mukanya yang masih berantakan tidak mendukung kalimat-kalimat yang bersifat positif.
Acara pun dimulai dengan barisan-barisan di jurusan itu. Setiap kelompok diundi untuk mendapatkan tempat baris. Si cewek tadi memang sial. Belum apa-apa dia kebagian tempat yang paling panas. Yah seperti biasa lah, gojlok menggojlok di sini tidak dilakukan. Tapi istilah baru, pembentukan mental. Sebernernya gak begitu beda sih, cuma istilahnya aja yang beda.
Jam menunjukkan pukul 12. Saat itu. Tiba-tiba terdengar keributan di barisan belakang. Panitia senior berkerumun ke belakang. Si senior buluk pun segera ke tempat itu. Maklum, walau buluk dan gak ada pantes-pantesnya tuh orang, tapi dibalik semua itu dia adalah ketua panitia di jurusan itu.
"Woi ada apa?" tanya senior buluk itu kepada salah satu panitia lainnya.
"Itu ada yang gak terima boz, dia gak mau dihukum." jawab panitia itu.
Senior buluk itu pun segera mendekati dengan sedikit emosi. Itu terlihat dari matanya, yang semua sangat dingin, bukan cuma dingin sepertinya lebih ke ngantukan, sekarang berubah menjadi lebih tajam.
"Siapa yang bikin rame di sini?"
Semua diam, menunjuk ke salah panitia dari jurusan lain yang memakai almamater lengakap. Dari bandagenya dia bukkan dari fakultas mipa.
"Ada apa ini?"
---to be continued ---



0 comments:
Post a Comment